Meditasi Cinta Kasih Dalam Agama Buddha
Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya
Melindungi anaknya yang tunggal
Demikianlah terhadap semua makhluk hidup
Dipancarkannya pikiran (kasih sayang) tanpa batas
Kasih sayangnya ke segenap alam semesta
Dipancarkannya pikirannya tanpa batas
Ke atas, ke bawah, dan ke sekeliling
Tanpa rintangan, tanpa benci, dan permusuhan
(Karaniya Metta Sutta)

Kisah Lima Ratus Bhikkhu
Lima ratus orang bhikkhu dari Savatthi tiba pada sebuah hutan yang besar. Hutan tersebut merupakan tempat yang cocok untuk melaksanakan meditasi. Di hutan itu pula para bhikkhu tersebut akan melakukan meditasi. Mereka bermeditasi di sana setelah sebelumnya memperoleh cara-cara bermeditasi dari Sang Buddha. Para bhikkhu tinggal di hutan yang ternyata juga dihuni oleh makhluk-makhluk halus. Makhluk-makhluk halus tersebut tinggal dan berdiam di pohon-pohon. Kehadiran para bhikkhu di hutan membuat makhluk-makhluk halus tersebut merasa terganggu. Para makhluk halus tersebut merasa bahwa para bhikkhu tidak sesuai berdiam di hutan bersama-sama mereka.
Makhluk-makhluk halus tersebut pun segera berunding dan memutuskan untuk menakut-nakuti para bhikkhu di malam hari. Mereka mengganggu para bhikkhu dengan membuat suara-suara dan hal-hal aneh yang menakutkan. Para bhikkhu sangat terganggu dengan tingkah laku mereka dan akhirnya meninggalkan hutan tempat meditasi itu. Para bhikkhu kembali dan menghadap Sang Buddha, kemudian menceritakan segala yang terjadi di hutan tersebut.
Setelah mendengarkan laporan mereka, Sang Buddha mengatakan bahwa hal itu terjadi karena mereka pergi tanpa membawa apa-apa. Mereka harus kembali ke hutan itu dengan membawa sesuatu yang sesuai, yaitu cinta kasih. Kemudian, Sang Buddha mengajarkan “Metta Sutta” (sutta pengembangan cinta kasih) kepada mereka. Para bhikkhu diharapkan untuk mengulang kembali sutta itu pada saat mereka tiba di pinggir hutan dan berada di vihara.
Para bhikkhu pergi kembali ke hutan dan melakukan pesan Sang Buddha. Makhluk halus penunggu pohon mendapat pancaran cinta kasih dari para bhikkhu. Mengetahui bahwa para bhikkhu sebenarnya tidak ingin mengganggu mereka, para makhluk halus pun membalas dengan menyambut selamat datang dan tidak mengganggu lagi. Di hutan itu tidak ada lagi suara-suara dan penglihatan-penglihatan yang aneh. Dalam suasana damai para bhikkhu bermeditasi.
Dari Vihara Jetavana, Sang Buddha, dengan kekuatan batinnya, mengetahui kemajuan batin para bhikkhu. Lima ratus bhikkhu itu mencapai tingkat kesucian arahat setelah khotbah Dhamma itu berakhir.
Cara Berlatih Meditasi Cinta Kasih
Cinta kasih atau metta adalah rasa bersahabat, kehendak baik, kebajikan, kekerabatan, kerukunan. Cinta kasih atau metta harus dilandasi tanpa niat buruk, tanpa kekerasan, serta mengharapkan kesejahteraan dan kebahagiaan makhluk lain. Cinta kasih adalah kebiasaan sikap batin memberi bantuan, kemauan baik dan persahabatan yang terwujud dalam perbuatan, kata-kata dan pikiran. Buddha berpesan kepada putra-Nya yang benama Rahula untuk melaksanakan cinta kasih agar kemarahan lenyap.
Ayo, berlatih meditasi cinta kasih!
Duduk bersila, mata dipejamkan, ulangi kata “metta” beberapa kali dan pahami maknanya dalam batin. Cinta kasih sebagai lawan dari kebencian, dendam, kedengkian, ketidaksabaran, angkuh, dan sombong. Akan tetapi, cinta kasih merupakan dasar rasa niat baik, simpati, dan kebaikan hati. Cinta kasih mendukung kebahagiaan dan kesejahteraan semua makhluk.
Bayangkan wajah diri kita dalam suatu keadaan bahagia dan cerah. Lihatlah diri kita dalam kebahagiaan dan gunakanlah keadaan hati bahagia ini dalam meditasi kita. Seorang yang berada dalam keadaan bahagia tidak dapat menjadi marah. Selanjutnya, isi pikiran ini dengan pikiran; “Semoga saya terbebas dari permusuhan, bebas dari derita, bebas dari kesukaran, dan semoga saya hidup bahagia.” Saat mengisi dengan pikiran positif cinta kasih ini, kita menjadi seperti sebuah kendaraan yang penuh, yang isinya siap memancar ke segala arah penjuru.
Selanjutnya, bayangkan ayah dan ibu kita. Lihatlah beliau dalam keadaan pikiran yang bahagia dan pancarkan pikiran: “Semoga ayah dan ibu saya bebas dari permusuhan, bebas dari derita, bebas dari kesukaran, dan semoga beliau hidup bahagia.”
Lalu pikirkan orang lain yang juga dihormati, para bhikkhu, guru, sesepuh, saudara, kawan dan seterusnya. Kepada semua makhluk di penjuru alam semesta, secara terus menerus pancarkan pikiran cinta kasih kepada mereka semua, “Semoga mereka terbebas dari permusuhan, bebas dari derita, bebas dari kesukaran, dan semoga mereka hidup bahagia”.

Cara berlatih meditasi cinta kasih yang selanjutnya juga diterangkan dalam Visuddhimagga (i.302), adalah dengan cara duduk diam mata terpejam, dalam pikiran kita berdoa:
Semoga semua makhluk hidup:
• terbebas dari kebencian
• terbebas dari penderitaan batin
• terbebas dari penderitaan jasmani
• baik-baik saja dan bahagia
Semoga semua makhluk bernapas:
• terbebas dari kebencian
• terbebas dari penderitaan batin
• terbebas dari penderitaan jasmani
• baik-baik saja dan bahagia
Semoga semua makhluk dengan tubuh yang nyata:
• terbebas dari kebencian
• terbebas dari penderitaan batin
• terbebas dari penderitaan jasmani
• baik-baik saja dan bahagia
Semoga semua orang:
• terbebas dari kebencian
• terbebas dari penderitaan batin
• terbebas dari penderitaan jasmani
• baik-baik saja dan bahagia
Semoga mereka semua yang mempunyai kepribadian:
• terbebas dari kebencian
• terbebas dari penderitaan batin
• terbebas dari penderitaan jasmani
• baik-baik saja dan bahagia
Dalam kitab suci Tripitaka bagian Angutara Nikaya Buddha menunjukkan kepada para bhikkhu ada 11 manfaat melaksanakan meditasi cinta kasih (Meditasi Metta Bhavana) yaitu:
1. tidur dengan tenang
2. tidak bermimpi buruk
3. dicintai oleh sesama
4. dicintai oleh makhluk lainnya
5. dilindungi oleh para dewa
6. senjata tidak bisa melukainya
7. api, racun tidak bisa melukainya
8. pikirannya mudah terkonsentrasi
9. meninggal dengan tenang
10. kulit wajahnya jernih
11. akan terlahir kembali di alam brahma
Baca Juga : Empat Kebenaran Mulia Dalam Agama Buddha
Sumber : https://www.salamedukasi.com/
Komentar
Posting Komentar